Tuesday, January 20, 2015

Suku terkuat di Madinah menjadi titik tolak awal kebangkitan Islam

Abbas bin Ubadah bin Nadhlah merupakan sahabat Anshor yang mula-mula memeluk Islam (as Sabiqul Awwalun ).ia berasal dari Bani Sulaim bin Auf,Suku khazraj dan termasuk salah satu dari dua bbelas orang yg berba'iat kepada Rasulullah s.a.w. di Aqabah yang pertama.ia juga menyertai Ba'iatul Aqabah yang kedua,sebagai  tonggak awal pembentukan negeri muslim di Madinah.

Pada Ba'iatul Aqabah kedua itu,setelah Abu Haitsam berpidato kepada kaumnya,suku Aus,umtuk menerima Nabi Muhammad s.a.w.,Abbad bin Ubadah juga berpidato kepada kaumnya,suku Khazraj dengan ajakan yang sama.Antara lain ia berkata,"...jika kalian menyaksikan harta benda kalian musnah,dan orang-orang terhormat diantara kalian terbunuh,apakah kalian akan melemparkan beliau ke dalam kehancuran,dan tidak melindunginya dari musuh? Jika itu terjadi,maka Demi Allah,itu adalah kehinaan kalian di dunia dan di akhirat....Bawalah beliau,korbankanlah kalian dan tidak mengapa orang-orang terhormat kalian terbunuh,karna demi Allah,itu akan menjadi kebaikan dunia dan akhirat."

Prosesi Ba'iatul Aqabah kedua itu terjadi pada sepertiga malam yang terakhir pada salah satu hari Tasyriq.Memang dipilih waktu yang sepi dan gelap untuk tidak diketahui oleh kaum kafir Quraisy.Tetapi setelah seluruh proses ba'iat itu selesai,ada seorang kafir yang memergoki kumpulan tersebut.Ia berteriak di tempat ketinggian,"Wahai orang-orang  yang ada di dalam rumahnya,apakah kalian menghendaki Muhammad dan orang yang berkumpul bersamanya,yang telah keluar dari agama nenek moyangnya?Lihatlah,mereka berkumpul di tempat pengembalaan kalian...."

"Demi Allah,ini krisis Aqabah..."Kata Nabi Muhammad s.a.w.

Mendengar ucapan Nabi Muhammad s.a.w.Ini,Abbas bin Ubadah berkata,"Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran,jika engkau berkenan,besok kami akan menghabisi penduduk mina dengan pedang-pedang kami..."

Tetapi Nabi Muhammad s.a.w. Bersabda,"Kami tidak diperintahkan untuk itu,kembalilah kalian ke tenda kalian..!"

Mereka kembali ke tenda masing-masing dan tidur.Keesokan harinya beberapa pembesar Quraisy datang ke perkemahan penduduk Yastrib,dan menanyakan tentang peristiwa semalam.Abdullah bin Ubai bin Salul,dengan tegas berkata,"Itu bohong,kaumku tidak mungkin bertindak secara lancang melangkahiku.Apapun yang dilakukan penduduk Yastrib,mereka selalu meminta pertimbangan dariku.!"

Sementara itu,tujuh puluh lebih orang yang telah memeluk Islam berbaur dengan yang lainnya,dan sama sekali tidak berkomentar apa-apa.Kaum Quraisy tidak bisa berbuat apa-apa karna tidak ada bukti dan saksi yang menguatkan dugaannya tersebut.

Inilah titik tolak awal bangkitnya Islam,dua suku terkuat di Madinah yang sebelumnya saling berperang bersedia berkorban untuk mendukung Nabi Muhammad s.a.w.Dua tokohnya Abbas bin Ubadah dari Khazraj dan Abul Haitsam at Tayyihan dari Aus berdiri dibelakang Nabi  Muhammad s.a.w.Demi menegakkan dan memenangkan Islam.


No comments:

Post a Comment