Tuesday, October 6, 2015

Alquran Ungkap Gunung Es Ajaib dari Langit

Di dalam disiplin ilmu Teknik Sipil terutama jurusan Sipil Basah, tentu kita telah mengenal siklus hidrologi dengan baik. Dalam merencanakan sistem jaringan irigasi beserta bangunan-bangunannya, perlu pemahaman siklus hidrologi yang baik. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.

 Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
 Al Quran merupakan pedoman hidup manusia, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam Al Quran, bisa ditemukan ayat-ayat baik berupa penemuan-penemuan baru dan ajaib maupun penyempurnaan atau koreksi terhadap teori-teori yang sudah ada.

Menurut ilmu yang kita pelajari, jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Selama ini, kita belajar bahwa air hujan berasal dari air laut yang menguap, berkumpul menjadi awan hujan, lalu airnya turun kebumi. Hal ini dijelaskan dalam Surat An-Nuur, “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengerakan awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya …..(Q.S. an-Nuur 24:43).

Ibrahim B. Sayed, seorang ahli fisika dan profesor obat-obatan nuklir dari Universitas Louisville, AS, mengungkapkan kekagumanya atas kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an tentang fenomena-fenomena alam dari pandangan ilmu pengetahuan “Telah terbukti dalam sejarah, Islam tidak pernah berselisih dengan sains, dan Al-Qur’an tidak berkontradiksi atau berlawanan dengan penemuan-penernuan sains modern. Sejalan dengan itu para Pakar Barat memuji ilmuwan-ilmuwan Muslim yang telah menguasai Ilmu pengetahuan jauh lebih dulu dari mereka. Bahkan 1400 tahun sesudahnya, sains modern mulai menerangi kebenaran wahyu-wahyu Al-Qur’an dan menguatkan keabsahannya.” tutur Ibrahim B. Sayed selanjutnya.

Antara lain ia mengutip surah an-Nur: 43 yang isinya menceritakan bagaimana Allah mencucurkan hujan dari awan yang ditiupkan angin ke suatu tempat dan menjadi mendung yang kian pekat dan padat. “Tidakkah kaulihat Allah menggiring awan dan mengumpulkannya, lalu menjadikannya bertumpang tindih. Maka kaulihat hujan pun turun dari celah-celahnya. Pada saat tersebut Allah menggambarkan proses terbentuknya awan dan hujan yang mengucur dari awan-awan itu. Fenomena ini sudah dikenal seluruh umat manusia dan bukan sesuatu yang luar biasa.

Akan tetapi, satu hal yang belum diketahui kebanyakan manusia adalah kelanjutan ayat tersebut yang bercerita tentang komet-komet salju, yang di situ dinamakan gunung-gunung dari baradin. Tetapi anehnya, bukan berasal dari awan, melainkan dari langit atau ruang angkasa. “Dan Allah menurunkan dari langit, gunung-gunung berisi butiran-butiran es yang dijatuhkan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya, dan dipalingkan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya”. Ayat-ayat senada dapat dijumpai pula pada surah al-Baqarah: 22 yang mengatakan bahwa A1lah menurunkan air dari langit dan bukan dari awan. Juga pada surah Ibrahim: 32 serta an-Nahl: 10 dan 65. Marilah kita simak lanjutan dari Surat An-nuur (24) ayat 43 di atas, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari gumpalan- gumpalan awan laksana gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Al Qur’an, 24:43).

Nah, kalimat tadi semakin ganjil dan aneh. Selain menurunkan hujan dari awan, Allah juga menurunkan es sebesar gunung dari langit. Misteri ini tersimpan ratusan tahun. Para ahli tafsir bingung menafsirkannya. Ayat ini dengan jelas menerangkan bahwa Allah menurunkan gunung-gunung berisi bola-bola es atau komet-komet salju dari langit ke bumi. Sampai tahun 1986 fenomena tersebut belum diketahui manusia. Barulah pada tahun 1988 kebenaran ayat itu mendapat konfirmasi dari ilmu pengetahuan, atau dalam bahasa yang lebih tepat, ilmu pengetahuan baru menemukan kebenaran ilmiah yang sudah lama diungkapkan oleh Al Quran.

Dr. Louis Frank, seorang ahli fisika dari Universitas Iowa USA, mempelajari data yang dikumpulkan oleh satelit Dynamic Explorer 1 sejak tahun 1981 hingga 1986. Satelit tersebut merekam gambar-gambar ultraviolet, terutama untuk mempelajari lapisan udara yang mengitari bumi. Dari gambar-gambar ini Dr. Louis Frank menemukan lubang-lubang yang menembus atmosfer. Hingga saat itu belum ada yang bisa menerangkan, lubang-lubang apa itu sebenarnya. Ia memilah-milah sejumlah penjelasan dari berbagai pakar setelah menganalisisnya dengan tekun. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa lubang-lubang itu hanya mungkin terbuat oleh bola-bola es atau komet-komet salju yang datang dari ruang angkasa (langit).

Ia memperkirakan, tiap komet beratnya sekitar 100 ton, terbungkus oleh lapisan hidrokarbon berwarna hitam. Komet-komet itu berjatuhan ke bumi kurang-lebih 100 juta banyaknya tiap tahun, atau 19 butir tiap menit. Ukurannya kira-kira 30 kaki (20 meter). Menurut Dr. Clayen Yeates, ahli fisika pada Laboratorium Tenaga Dorong Jet di Pasadena, komet-komet tersebut berkecepatan 10 km per detik sejajar dengan kecepatan bumi, dan berada 1000 km di atas bumi. Bola-bola batu atau komet-komet salju itu lalu berpencaran menjadi butiran-butiran kecil dan menguap di atmosfer. Akhirnya uap ini akan berjatuhan sebagai hujan dan menyatu dengan sistem perputaran air di bumi.

Dalam perhitungan Dr. Louis Frank, tiap 10.000 tahun komet-komet itu dapat mengisi satu Inci atau 2,5 cm dari seluruh persediaan air yang terdapat di bumi. Maka bumi ini terbentuk 4,9 miliar tahun yang lalu, dan kejadian tersebut sudah berlangsung sejak awal terbentuknya bumi, proses turunnya komet-komet itu memang dapat memenuhi kebutuhan air untuk mengisi semua lautan dan bungkahan-bungkahan salju dl kutub.

Dengan menggunakan teleskop yang dapat menangkap seisi ruang angkasa di Observatorium Kitt Peak, Arizona, Dr. Yeates meneropong ke langit dan melihat bola-bola es itu berada pada jarak 150.000 km di atas bumi. Ia berhasil memotret bola-bola es atau komet-komet salju itu kian mendekati bumi. Seraya mendecak takjub la berkata kepada Prof . Ibrahini B. Sayed, “Sungguh mengherankan. Hasil-hasil penyelidikan ini sesuai betul dengan ramalan-ramalan Al-qur’an.”

Akhirnya izinkanlah saya meminjam ungkapan hati dari Ir. H. Bambang Pranggono, MBA, IAI dalam bukunya Mukjizat Sains Al Quran, 2008, sebagai berikut: “Setelah ditemukan bukti-bukti di atas, apa lagi yang masih menghalangi kita untuk mematuhi semua perintah Allah yang tertuang dalam Al Quran?”

sumber

Saturday, January 24, 2015

Nilai sebuah maaf adalah surga

Suatu ketika para sahabat sedang berkumpul di sekitar Rasulullah s.a.w. Mereka melihat suatu pemandangan yang aneh.Tiba-tiba saja mereka melihat Nabi Muhammad s.a.w. Tampak bersedih dan mata beliau berkaca-kaca seolah akan menangis.Tetapi tidak berapa lama kemudian ,tampak wajah beliau berbinar-binar gembira,bahkan beliau tertawa sehingga kelihatan dua gigi seri beliau.

Para sahabat penasaran ,tetapi mereka malu untuk bertanya,sampai akhirnya Umar r.a. Yang memang cukup kritis berkata,"Wahai Rasulullah,apa yang membuat engkau tampak menangis,kemudian tertawa?".

Nabi Muhammad s.a.w. Tersenyum melihat wajah-wajah para sahabat yang tampak keheranan sekaligus penasaran.Kemudian beliau berkata."Sungguh ditampakkan kepadaku suatu pemandangan di saat ditegakkan pengadilan Allah (yaumul hisab,hari perhitungan)....!"

Kemudian beliau menceritakan bahwa ada dua orang dari ummat beliau yang menghadap Allah s.w.t.
Salah satunya mengadukan temannya,ia berkata,"Wahai Allah,Ambilkanlah untukku,Kedzaliman yang dilakukan saudaraku ini(padaku)!"

Maka Allah berfirman kepada orang yang mendzalimi tersebut,"Berikanlah kepada saudaramu kedzalimanmu itu(kebaikannya ,untuk menebus kedzaliman yang telah dilakukannya saat di dunia kepada saudaranya itu)..!"

"Wahai Rabbi,bagaimana aku bisa melakukannya sedangkan aku tidak (lagi)memiliki kebaikan sedikitpun!"Kata Lelaki yang dzalim itu.

Allah berfirman kepada lelaki yang menuntut tersebut,"Bagaimana engkau meminta darinya,sedangkan ia tidak lagi memiliki kebaikan sedikitpun..!!"

"Diambilkan dari keburukan-keburukanku,ya Allah,dan pikulkanlah kepada dirinya..!!"

Memang seperti itulah yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w.,dosa atau kedzaliman yang berhubungan dengan manusia(termasuk hutang),tidak cukup hanya dengan bertobat kepada Allah. Harus diselesaikan (dihalalkan)dengan mereka ketika masih hidup di dunia.Jika tidak,kejadiannya akan seperti yang di ceritakan Nabi Muhammad s.a.w. Tersebut di atas.

Ketika melihat pemandangan itulah Nabi Muhammad s.a.w merasa bersedih  dan hampir menangis melihat keadaan ummatnya yang memilukan tersebut.Reaksi beliau yang seperti itu dilihat para sahabat tanpa tahu penyebabnya.Kemudian Nabi Muhammad s.a.w.Bersabda,"Itu adalah hari yang agung,dimana pada hari itu setiap orang membutuhkan adanya orang lain yang dapat memikul kesalahan-kesalahannya..!!"

Tak lama Nabi Muhammad s.a.w.Meneruskan cerita beliau,bahwa dalam keadaan seperti itu,Allah s.w.t.Berfirman kepada lelaki yang mengajukan tuntutan,"Angakatlah kepalamu,dan lihatlah!!"

Lelaki tersebut mengangkat kepalanya dan ia melihat pemandangan yang menakjubkan ,kalau sekarang ini bisa di gambarkan seperti melihat layar televisi raksasa,yang membuatnya terpana dan kagum.Ia berkata,"Ya Rabbi,saya melihat kota-kota yang bangunannya bertatahkan perak dan emas.Untuk Nabi  yang manakah ini?Untuk orang setia yang manakah ini?
Untuk orang yang syahid manakah ini?"

Allah s.w.t. Berfirman,"Itu semua untuk orang yang mampu membayar harganya!!"

"Siapakah yang mampu membayarnya ,Ya Allah?"

"Dengan memberi maaf kepada saudaramu!!"
Dalam riwayat lain disebutkan ,setelah lelaki itu memaafkan temannya,Allah s.w.t.Berfirman kepadanya,"Gandenglah tangan saudaramu itu,dan ajaklah ia masuk ke surga yang telah menjadi milikmu!!"

Ketika melihat pemandangan tersebut,Nabi Muhammad s.a.w.Menjadi gembira dan beliau tertawa sehingga terlihat dua gigi seri beliau,reaksi yang dilihat oleh para sahabat tanpa mereka mengetahui peenyebabnya.Selesai menceritakan semua itu ,Nabi Muhammad s.a.w. bersabda,"Wahai manusia,bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan antara kalian.Sesungguhnya Allah menghubungkan antara orang-orang mukmin!!".

 


Tuesday, January 20, 2015

Suku terkuat di Madinah menjadi titik tolak awal kebangkitan Islam

Abbas bin Ubadah bin Nadhlah merupakan sahabat Anshor yang mula-mula memeluk Islam (as Sabiqul Awwalun ).ia berasal dari Bani Sulaim bin Auf,Suku khazraj dan termasuk salah satu dari dua bbelas orang yg berba'iat kepada Rasulullah s.a.w. di Aqabah yang pertama.ia juga menyertai Ba'iatul Aqabah yang kedua,sebagai  tonggak awal pembentukan negeri muslim di Madinah.

Pada Ba'iatul Aqabah kedua itu,setelah Abu Haitsam berpidato kepada kaumnya,suku Aus,umtuk menerima Nabi Muhammad s.a.w.,Abbad bin Ubadah juga berpidato kepada kaumnya,suku Khazraj dengan ajakan yang sama.Antara lain ia berkata,"...jika kalian menyaksikan harta benda kalian musnah,dan orang-orang terhormat diantara kalian terbunuh,apakah kalian akan melemparkan beliau ke dalam kehancuran,dan tidak melindunginya dari musuh? Jika itu terjadi,maka Demi Allah,itu adalah kehinaan kalian di dunia dan di akhirat....Bawalah beliau,korbankanlah kalian dan tidak mengapa orang-orang terhormat kalian terbunuh,karna demi Allah,itu akan menjadi kebaikan dunia dan akhirat."

Prosesi Ba'iatul Aqabah kedua itu terjadi pada sepertiga malam yang terakhir pada salah satu hari Tasyriq.Memang dipilih waktu yang sepi dan gelap untuk tidak diketahui oleh kaum kafir Quraisy.Tetapi setelah seluruh proses ba'iat itu selesai,ada seorang kafir yang memergoki kumpulan tersebut.Ia berteriak di tempat ketinggian,"Wahai orang-orang  yang ada di dalam rumahnya,apakah kalian menghendaki Muhammad dan orang yang berkumpul bersamanya,yang telah keluar dari agama nenek moyangnya?Lihatlah,mereka berkumpul di tempat pengembalaan kalian...."

"Demi Allah,ini krisis Aqabah..."Kata Nabi Muhammad s.a.w.

Mendengar ucapan Nabi Muhammad s.a.w.Ini,Abbas bin Ubadah berkata,"Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran,jika engkau berkenan,besok kami akan menghabisi penduduk mina dengan pedang-pedang kami..."

Tetapi Nabi Muhammad s.a.w. Bersabda,"Kami tidak diperintahkan untuk itu,kembalilah kalian ke tenda kalian..!"

Mereka kembali ke tenda masing-masing dan tidur.Keesokan harinya beberapa pembesar Quraisy datang ke perkemahan penduduk Yastrib,dan menanyakan tentang peristiwa semalam.Abdullah bin Ubai bin Salul,dengan tegas berkata,"Itu bohong,kaumku tidak mungkin bertindak secara lancang melangkahiku.Apapun yang dilakukan penduduk Yastrib,mereka selalu meminta pertimbangan dariku.!"

Sementara itu,tujuh puluh lebih orang yang telah memeluk Islam berbaur dengan yang lainnya,dan sama sekali tidak berkomentar apa-apa.Kaum Quraisy tidak bisa berbuat apa-apa karna tidak ada bukti dan saksi yang menguatkan dugaannya tersebut.

Inilah titik tolak awal bangkitnya Islam,dua suku terkuat di Madinah yang sebelumnya saling berperang bersedia berkorban untuk mendukung Nabi Muhammad s.a.w.Dua tokohnya Abbas bin Ubadah dari Khazraj dan Abul Haitsam at Tayyihan dari Aus berdiri dibelakang Nabi  Muhammad s.a.w.Demi menegakkan dan memenangkan Islam.


Monday, January 19, 2015

Menangis karna takut pada Allah

Rasulullah s.a.w. bersabda,"Bahwa tidak akan masuk neraka orang yg menangis karna takut pada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya."dalam kitab Daqoiqul akhbar diterangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti,dan sangat berat timbangan dosanya,dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.maka salah satu matanya berkata,"Wahai Tuhanku,Utusanmu Nabi Muhammad s.a.w.telah bersabda,barangsiapa yg menangis karna takut pada Allah s.w.t.,Maka Allah s.w.t. mengharamkan matanya itu di neraka dan sesungguhnya aku menangis karna sungguh takut padaMu Allah."

Akhirnya Allah s.w.t mengampuni hamba tersebut dan menyelamatkan dari siksa api neraka
dengan sebab sehelai rambut yg pernah menangis karna takut pada Allah s.w.t. Malaikat Jibril a.s. mengumumkan,telah selamat fulan bin fulan disebabkan sehelai rambut."

Dalam Kitab Bidayatul Hidayah,diceritakan bahwa di hari kiamat nanti,akan didatangkan api neraka jahannam dengan mengeluarkan suaranya,suara kobaran api yg bergemuruh,semua manusia berlutut karna ketakutan menghadapinya.Allah s.w.t. berfirman dalam surat al-jatsiyah ayat 20 yang artinya,"Kamu lihat(pada hari itu)semua ummat berlutut (yakni merangkak pada lututnya).Tiap-tiap ummat diseru pada amalannya.(Dikatakan padanya) Pada hari ini kamu di balas dengan apa-apa yg telah kamu kerjakan."

Disaat mereka menghampiri neraka,mereka mendengar suara gemuruh serta melihat kobaran api neraka,dalam kitab tersebut di terangkan bahwa suara gemuruh api neraka bisa didengar hingga radius 500 tahun perjalanan.Pada saat itu ,setiap orang akan berkata hingga para nabi-nabi dengan ucapan,Diriku,diriku(selamatkanlah diriku Ya Allah)kecuali hanya satu nabi saja yg akan berkata,"Ummatku,ummatku."Beliau adalah Baginda junjungan kita kita semua Nabi Muhammad s.a.w.Pada saat itu keluarlah Api neraka jahannam seperti gunung-gunung,ummat Nabi Muhmmad s.a.w. berusaha menghalanginya sambil berkata,"Wahai Api!Demi hak orang-orang yg sholat,demi  hak orang-orang yg Ahli sodaqoh,demi hak orang-orang yg khusyuk,demi hak orang-orang yg berpuasa,agar engkau kembali."

Walaupun demikian,api neraka itu tetap tidak mau kembali,lalu malaikat Jibril a.s berkata,"Sesungguhnya api neraka itu menuju ummat Nabi Muhammad s.a.w."kemudian Jibril a.s. membawa semangkuk air dan Rasulullah s.a.w.mengambilnya.Jibril a.s. berkata.,Wahai Rasulullah,Ambillah air ini dan siramkanlah padanya."Lalu Baginda s.a.w.mengambil dan menyiramkannya pada api itu,maka padamlah api itu.setelah itu Rasulullah s.a.w.bertanya pada Jibril a.s."Wahai Jibril,Air apakah itu?"Maka Jibril menjawab,"Itu adalah air mata orang yg durhaka dari kalangan UmmatMu yg menagis karna takut pada Allah s.w.t.Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya padamu agar engkau menyiramkan pada api itu."Maka padamlah api itu dengan izin Allah s.w.t.

Rasullullah s.a.w.Bersabda,"Ya Allah anugrahkanlah pada kami dua buah mata yg senantiasa menangis karna takut padaMu,sebelum tidak ditemunya air mata."

Pahlawan Neraka

Suatu hari terjadi pertempuran hebat antara pasukan Muslim dan Musyrik.Kedua belah pihak berjuang dengan sengitnya untuk saling mengalahkan antara satu dengan yg lain.

Tiba saatnya pertempuran berhenti dan kedua belah pihak pulang ke  markas masing-masing.disana Nabi Muhammad S.A.W. dan para sahabat telah berkumpul sambil membicarakan tentang pertempuran yg telah terjadi itu.Peristiwa yg baru terjadi itu masih segar dalam bayangan mereka.
dalam pembicaraan itu,mereka sangat mengagumi salah seorang sahabat mereka yaitu,Qotzman.

Qotzman bertempur laksana singa yg lapar akan mangsanya.keberanian Qotzman tersebut menyebabkan dia menjadi buah bibir kala itu."Tidak seorangpun di antara kita yg dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah satu sahabat.Mendengar kata itu,Rasulullah s.a.w.pun menjawab,"Sebenarnya dia itu adalah golongan penghuni neraka."Para sahabat menjadi heran mendengar jawaban Rasulullah s.a.w.itu.Bagaimana seorang yg telah berjuang dengan begitu gagah berani membela Islam bisa masuk dalam neraka.
Para sahabat saling pandang antara satu sama lain apabila mendengar jawaban Rasulullah s.a.w. itu.
Rasulullah s.a.w. sadar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya,lantas Baginda s.a.w.bersabda,"Disaat Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama,Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh musuh.Badannya berlumuran dengan darah.Dengan cepat Qotzman meletakkan gagang pedangnya ditanah .lalu dia terus menusukkan mata pedangnya kedalam dadanya."Dia melakukan hal tersebut dikarnakan dia tidak tahan menanggung rasa sakit yg dialaminya.Akhirnya dia mati bukan karna melawan musuh, tetapi mati karna bunuh diri.Melihat keadaannya yg mengenaskan,banyak orang menyangka dia akan masuk namun dia telah menampakkan dirinya sebagai ahli neraka."
Menurut Rasulullah s.a.w. lagi,sebelum Qotzman mati,Qotzman pernah berkata,katanya,"Demi Allah aku berperang bukan karna membela agama tetapi hanya untuk membela kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh orang Quraisy.Aku berperang hanyalah untuk membela kaumku.kalau tidak karna itu ,aku tidak akan berperang."hadist riwayat Luqman Hakim.